Translate

Tampilkan postingan dengan label musim kemarau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label musim kemarau. Tampilkan semua postingan

Suhu Yang Agak Bersahabat

Berbeda dengan kemarin yang panas dan terik, suhu hari ini lumayan tidak bikin gerah meskipun di siang bolong tetap menyengat. Jika pada hari-hari sebelumnya suhu bisa mencapai 38°C bahkan lebih, maka hari ini suhu berada di 33°C.

Suhu yang seperti tentu akan berbeda di setiap wilayah meskipun masih dalam satu daerah kota Makassar. Bisa jadi suhu di tempat saya agak berkurang panasnya, tetapi di sekitar pantai Losari sana masih tinggi, hal itu bisa juga disebabkan lokasinya yang di dekat pantai.

Musim kemarau tahun ini memang terasa lain karena waktunya yang lebih panjang, bahkan diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan desember. Entah bagaimana dampak yang dirasakan oleh warga yang daerahnya mengalami kekeringan.

Hijau Di Antang

Beberapa wilayah di Makassar mengalami kekeringan, namun wilayah lain masih tampak hijau. Salah satu wilayah yang tidak terkena dampak kekeringan adalah di wilayah Antang. Di daerah ini, air tetap mengalir di saluran pengairan seperti biasa.

Para petani masih bisa menanam padi karena mendapat pasokan air dari sungai yang disedot  dengan pompa. Saat ini para petani sedang menanam bibit di sawah mereka.

Semua itu bisa terjadi karena sumber air tetap terawat dengan baik, sehingga musim kemarau tahun 2015 ini tidakm terlalu berpengaruh pada pertanian di wilayah Antang. Air minum yang dialirkan ke wilayah lain di kota Makassar juga hingga kini masih berjalan dengan baik.

Semoga saja musim kemarau tahun ini tidak berlangsung lebih lama lagi supaya pasokan air untuk para petani tetap ada. Demikian pula dengan air minum untuk warga kota tetap tersedia.

Kemarau Masih Panjang

Sudah beberapa bulan ini kemarau melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Di Sumatera dan Kalimantan bahkan terjadi kebakaran hutan dan lahan yang meluas. Asap dari kebakaran terasebut menyebar hampir di seluruh wilayah Sumatera dan Kalimantan. Asap bahkan tertiup angin sampai ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Tentu saja hal itu mengganggu hubungan antara Indonesia dan negara tetangga.

Kabut asap yang pekat pasti mengakibatkan beragam dampak, seperti meningkatnya penderita infeksi pada saluran pernapasan. Belum lagi bagi penderita penyakit asma, mereka akan sangat tersiksa. Selain itu kabut asap juga sangat berpengaruh pada pengendara di jalan, angkutan sungai dan yang lebih parah ratusan jadwal penerbangan harus dihentikan karena jarak pandang yang sangat tidak aman sehingga tidak mungkin diadakan perjalanan dengan pesawat udara. Bisa dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kebakaran hutan yang menimbulkan asap tebal itu.

Kebakaran hutan dan lahan sebenarnya bukan murni disebabkan oleh faktor alam dimana panas yang timbul akibat kemarau yang panjang, melainkan disebabkan juga oleh ulah orang-orang yang ingin membuka lahan atau membersihkan lahan dengan cara membakar ilalang atau semak belukar di wilayah itu. Akibatnya api merambat dengan cepat karena membakar daun dan ranting yang kering. Lebih parah lagi, lahan yang terbakar terdiri dari tanah gambut, dimana api bisa merambat di dalam tanah.

Kemarau juga menimbulkan kekeringan yang berakibat kurangnya persediaan air di beberapa wilayah di Indonesia. Dari pemberitaan di media, kita bisa menyaksikan, orang-orang yang terpaksa menggunakan air kotor yang sudah tercemar untuk keperluan hidup sehari-hari. Sumur-sumur bahkan sungai ada yang mengering membuat warga harus antri menunggu pembagian air bersih dari bantuan pemerintah. Musim kemarau ini nampaknya masih panjang.

Seandainya saja hutan sebagai sumber cadangan air tetap terjaga kelestariannya, tentu musim kemarau tidak akan terlalu berpengaruh pada kehidupan sehari-hari karena hutan akan terus mengalirkan air ke sungai untuk memenuhi waduk-waduk sebagai tempat penampungan air yang dibutuhkan oleh manusia.

Hujan, Banjir dan Kemarau

Kalau disuruh memilih, anda lebih suka musim hujan atau kemarau? Pertanyaan yang gampang-gampang sulit tentunya. Bagi anda yang tinggal di Jakarta musim hujan bisa bikin repot kala banjir menghampiri, tapi jika anda tinggal di Gunung Kidul Yogya, musim hujan pasti ditunggu-tunggu karena wilayah anda susah mendapat air kala musim kemarau tiba.

Seandainya pergantian cuaca bisa diatur-atur, tentu kita lebih memilih untuk mengatur jadwal hujan turun dan terbitnya matahari. Sebab kita maunya hujan turun sehari lalu matahari bersinar pada esok hari. Atau panas di siang hari lalu hujan di malam hari. Nah mungkinkah itu terjadi? Sesuatu yang tampaknya mustahil. Bagaimana bisa kita mengatur-atur kehendak alam? Yang ada justeru alam memperlihatkan keperkasaannya dengan menurunkan hujan sebanyak-banyaknya hingga mengakibatkan banjir serta tanah longsor yang menelan korban jiwa manusia, harta dan benda.

Ilustrasi hujan deras (©Theopilus Sandy)


Kalau anda tinggal di pulau Papua, disana tidak mengenal musim hujan dan kemarau. Tidak ada wilayah yang mengalami kekeringan disana, yang ada malah terkena banjir bandang seperti di Wasior beberapa tahun lalu. Itu juga lebih disebabkan oleh ulah manusia yang dengan serakahnya menebangi pepohonan di hulu sungai, sehingga mengakibatkan banjir lalu menerjang apa saja yang dilalui tidak terkecuali manusia itu sendiri.

Hujan selalu dinanti kehadirannya disaat musim kemarau panjang yang panas berdebu. Namun hujan yang turun berhari-hari dengan air yang deras dan melimpah akan memebuat sungai meluap, sawah dipenuhi air, empang jadi danau, air laut pasang masuk di muara sungai dan naik di pemukiman penduduk.

Namun sederas-derasnya hujan yang turun tentu masih lebih baik ketimbang musim kemarau berkepanjangan datang melanda yang berakibat tanaman layu, kering dan mati. Jadi jika saat ini hujan turun dengan derasnya di tempat anda, nikmati sajalah bukankah air itu sumber kehidupan? Jika banjir terjadi, mungkin saja saluran air di depan rumah anda tersumbat akibat kebiasaan membuang sampah ke dalam selokan, jangan tunggu sampai air masuk di ruang tamu, dapur, bahkan kamar anda. Segera bersihkan sampah yang menumpuk di selokan.