Translate

Tampilkan postingan dengan label cuaca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cuaca. Tampilkan semua postingan

Hujan Di Akhir Oktober

Hari ini tanggal 31 Oktober 2015 sehari sebelum memasuki bulan November akhirnya hujan turun di waktu sore. Rasanya lega setelah berbulan-bulan merasakan panas kering yang sangat gerah. Kelihatannya awal musim hujan segera dimulai.

Jika di musim kemarau yang lalu, kekeringan mendera begitu rupa sehingga menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekurangan air bersih untuk kebutuhan hidup sehari-hari, bahkan lebih parah lagi pulau Sumatera dan Kalimantan dilanda kebakaran lahan dan hutan yang berkepanjangan.

Kabut asap begitu mengganggu aktifitas kehidupan sehari-hari warga di kedua pulau itu. Asap tebal menyelimuti keseharian masyarakat bahkan terbang sampai jauh ke luar negeri di Singapura dan Malaysia.

Semoga musim hujan benar-benar sudah datang agar asap dan kebakaran disana segera berlalu. Lalu sudah siapkah kita mengalami hujan terus selama beberapa bulan ke depan? Bagaimana jika terjadi banjir?

Suhu Yang Agak Bersahabat

Berbeda dengan kemarin yang panas dan terik, suhu hari ini lumayan tidak bikin gerah meskipun di siang bolong tetap menyengat. Jika pada hari-hari sebelumnya suhu bisa mencapai 38°C bahkan lebih, maka hari ini suhu berada di 33°C.

Suhu yang seperti tentu akan berbeda di setiap wilayah meskipun masih dalam satu daerah kota Makassar. Bisa jadi suhu di tempat saya agak berkurang panasnya, tetapi di sekitar pantai Losari sana masih tinggi, hal itu bisa juga disebabkan lokasinya yang di dekat pantai.

Musim kemarau tahun ini memang terasa lain karena waktunya yang lebih panjang, bahkan diperkirakan masih akan berlangsung hingga bulan desember. Entah bagaimana dampak yang dirasakan oleh warga yang daerahnya mengalami kekeringan.

Hujan, Banjir dan Kemarau

Kalau disuruh memilih, anda lebih suka musim hujan atau kemarau? Pertanyaan yang gampang-gampang sulit tentunya. Bagi anda yang tinggal di Jakarta musim hujan bisa bikin repot kala banjir menghampiri, tapi jika anda tinggal di Gunung Kidul Yogya, musim hujan pasti ditunggu-tunggu karena wilayah anda susah mendapat air kala musim kemarau tiba.

Seandainya pergantian cuaca bisa diatur-atur, tentu kita lebih memilih untuk mengatur jadwal hujan turun dan terbitnya matahari. Sebab kita maunya hujan turun sehari lalu matahari bersinar pada esok hari. Atau panas di siang hari lalu hujan di malam hari. Nah mungkinkah itu terjadi? Sesuatu yang tampaknya mustahil. Bagaimana bisa kita mengatur-atur kehendak alam? Yang ada justeru alam memperlihatkan keperkasaannya dengan menurunkan hujan sebanyak-banyaknya hingga mengakibatkan banjir serta tanah longsor yang menelan korban jiwa manusia, harta dan benda.

Ilustrasi hujan deras (©Theopilus Sandy)


Kalau anda tinggal di pulau Papua, disana tidak mengenal musim hujan dan kemarau. Tidak ada wilayah yang mengalami kekeringan disana, yang ada malah terkena banjir bandang seperti di Wasior beberapa tahun lalu. Itu juga lebih disebabkan oleh ulah manusia yang dengan serakahnya menebangi pepohonan di hulu sungai, sehingga mengakibatkan banjir lalu menerjang apa saja yang dilalui tidak terkecuali manusia itu sendiri.

Hujan selalu dinanti kehadirannya disaat musim kemarau panjang yang panas berdebu. Namun hujan yang turun berhari-hari dengan air yang deras dan melimpah akan memebuat sungai meluap, sawah dipenuhi air, empang jadi danau, air laut pasang masuk di muara sungai dan naik di pemukiman penduduk.

Namun sederas-derasnya hujan yang turun tentu masih lebih baik ketimbang musim kemarau berkepanjangan datang melanda yang berakibat tanaman layu, kering dan mati. Jadi jika saat ini hujan turun dengan derasnya di tempat anda, nikmati sajalah bukankah air itu sumber kehidupan? Jika banjir terjadi, mungkin saja saluran air di depan rumah anda tersumbat akibat kebiasaan membuang sampah ke dalam selokan, jangan tunggu sampai air masuk di ruang tamu, dapur, bahkan kamar anda. Segera bersihkan sampah yang menumpuk di selokan.