Translate

Tampilkan postingan dengan label environment. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label environment. Tampilkan semua postingan

VIDEO: Pesan saya kepada Yth Presiden RI by Chanee Kalaweit


Chanee Kalaweit adalah seorang aktivis lingkungan hidup yang tinggal di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ia berasal dari Perancis dan sudah menetap di Indonesia selama 17 tahun. Sejak tiga tahun yang lalu telah berganti kewarganegaraan menjadi warga negara Indonesia.

Akibat kabut asap yang terjadi di pulau Sumatera dan Kalimantan membuat kehidupan warga di kedua pulau sangat terganggu. Kabut asap yang pekat telah menjadi bencana yang menyebabkan kerugian besar dari segi ekonomi dan terutama pada kesehatan para warga. Semua itu akibat ulah para pemilik lahan yang membakar semak belukar di musim kemarau yang panjang ini sehingga mengakibatkan kebakaran lahan yang menimbulkan asap tak kunjung usai. Bahkan sekarang ini kabut asap sudah menyebar ke pulau Sulawesi, Maluku hingga Papua. Berbagai usaha pemerintah telah dilakukan, namun hasilnya belum terasa bagi warga yang mengalami dampak kabut asap. 

Selamat menyimak pesan dari Chanee Kalaweit.


Ruang Terbuka Hijau

Di Makassar pembangunan perumahan, gedung untuk kantor, toko dan perbelanjaan begitu marak dilakukan. Luas lahan yang dibutuhkan juga semakin bertambah. Para pengembang terus mencari lahan baru untuk dijadikan lokasi bisnis dan perkantoran. Hal ini menyebabkan luas lahan yang menjadi ruang terbuka hijau semakin berkurang.

Jika sedang berada di Makassar, maka anda akan menemui beragam jenis bangunan yang sedang dibuat dalam berbagai kondisi. Mulai dari tahap penimbunan, pondasi, pengerjaan hingga yang sudah memasuki tahap akhir. Gedung-gedung tinggi dibangun di berbagai lokasi. Ada yang akan ditujukan untuk hotel, perkantoran dan bisnis. Lalu dimana letak ruang hijau di Makassar? Pertanyaan itu akan terjawab jika anda menuju ke lapangan Karebosi di pusat kota. Di lokasi ini tumbuh berbagai jenis pohon dan tanaman. Di tempat inilah berbagai kegiatan warga biasa dilakukan, mulai dari olahraga, jalan-jalan, upacara, sampai tempat pertunjukan berbagai kegiatan seni.

Ada satu lagi lokasi terbuka yang hijau di Makassar, yaitu di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Di tempat ini tumbuh berbagai jenis pohon yang berukuran kecil, sedang dan besar. Disini juga terdapat tiga danau buatan. Salah satu lokasi menjadi tempat favorit para pemancing meskipun sebenarnya di area in dilarang untuk memancing. Kalau anda tidak tahan dengan cuaca kota Makassar yang panas, tidak ada salahnya jika datang berkunjungnke dua lokasi ruang hijau tadi.

Kemarau Masih Panjang

Sudah beberapa bulan ini kemarau melanda sebagian besar wilayah di Indonesia. Di Sumatera dan Kalimantan bahkan terjadi kebakaran hutan dan lahan yang meluas. Asap dari kebakaran terasebut menyebar hampir di seluruh wilayah Sumatera dan Kalimantan. Asap bahkan tertiup angin sampai ke negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Tentu saja hal itu mengganggu hubungan antara Indonesia dan negara tetangga.

Kabut asap yang pekat pasti mengakibatkan beragam dampak, seperti meningkatnya penderita infeksi pada saluran pernapasan. Belum lagi bagi penderita penyakit asma, mereka akan sangat tersiksa. Selain itu kabut asap juga sangat berpengaruh pada pengendara di jalan, angkutan sungai dan yang lebih parah ratusan jadwal penerbangan harus dihentikan karena jarak pandang yang sangat tidak aman sehingga tidak mungkin diadakan perjalanan dengan pesawat udara. Bisa dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kebakaran hutan yang menimbulkan asap tebal itu.

Kebakaran hutan dan lahan sebenarnya bukan murni disebabkan oleh faktor alam dimana panas yang timbul akibat kemarau yang panjang, melainkan disebabkan juga oleh ulah orang-orang yang ingin membuka lahan atau membersihkan lahan dengan cara membakar ilalang atau semak belukar di wilayah itu. Akibatnya api merambat dengan cepat karena membakar daun dan ranting yang kering. Lebih parah lagi, lahan yang terbakar terdiri dari tanah gambut, dimana api bisa merambat di dalam tanah.

Kemarau juga menimbulkan kekeringan yang berakibat kurangnya persediaan air di beberapa wilayah di Indonesia. Dari pemberitaan di media, kita bisa menyaksikan, orang-orang yang terpaksa menggunakan air kotor yang sudah tercemar untuk keperluan hidup sehari-hari. Sumur-sumur bahkan sungai ada yang mengering membuat warga harus antri menunggu pembagian air bersih dari bantuan pemerintah. Musim kemarau ini nampaknya masih panjang.

Seandainya saja hutan sebagai sumber cadangan air tetap terjaga kelestariannya, tentu musim kemarau tidak akan terlalu berpengaruh pada kehidupan sehari-hari karena hutan akan terus mengalirkan air ke sungai untuk memenuhi waduk-waduk sebagai tempat penampungan air yang dibutuhkan oleh manusia.

Pemulung Sampah

Sampah menjadi salah satu permasalahan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya termasuk Makassar. Urusan sampah selalu membuat pusing. Jika sudah menumpuk di tempat pembuangan atau tong depan rumah, maka saatnya untuk di buang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Akibat urusan sampah ini, terkadang dua wilayah saling bersinggungan ketika akan menentukan dimana lokasi TPA sebuah kota. Tentu saja kota lain tidak ingin wilayahnya dijadikan tempat membuang sampah.
Begitu banyak jenis sampah yang dihasilkan setiap hari dari rumah tangga. Mulai sampah kering seperti plastik sampai yang basah seperti sisa makanan. Sampah itu menumpuk menjadi satu dalam tempat pembuangan. Jika tidak segera dibawa ke TPA, akan menumpuk dan mengeluarkan bau busuk yang mengganggu penciuman.
Untungnya, selain ada tukang sampah yang setiap hari bekerja mengumpulkan sampah dari rumah tangga, ada pula pemulung yang bekerja mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik. Mulai dari gelas plastik bekas air mineral, botol plastik minuman ringan, serta berbagai jenis peralatan rumah tangga yang sudah tidak terpakai.
Para pemulung itu dengan tekun terus memilah sampah untuk mendapatkan berbagai limbah yang masih bisa didaur ulang. Pekerjaan seperti ini selintas seperti menjijikkan bagi sebagian orang, tetapi bagi pemulung inulah cara untuk mendapatkan penghasilan dengan menjual barang tidak terpakai yang masih bisa digunakan untuk keperluan lain atau daur ulang.

Pohon Besar Di Tepi Trotoar Kampus Unhas

Lingkungan tempat kita tinggal akan terasa sejuk dan nyaman jika berada di antara pepohonan yang rindang. Udara yang kita hirup dari alam terasa segar dan menyehatkan. Hal ini saya alami saat berjalan-jalan di sekitar kampus Universitas Hasanuddin Makassar. Di area kampus itu tumbuh berbagai jenis pohon dengan beragam ukuran. Ada yang baru tumbuh dan ada pula yang sudah berumur tahunan, bahkan yang berukuran besar juga dapat ditemui disini.

Demikian juga trotoar yang dibangun disekitar area kampus, pada sisinya ditanami pohon-pohan yang tumbuh dengan subur dan rindang. Kondisi ini membuat para pejalan kaki menjadi lebih santai dan menikmati lingkungan kampus yng asri. Saya bisa membayangkan betapa tenangnya para mahasiswa yang menuntut ilmu di kampus itu. Semua karena banyaknya pepohonan yang tumbuh di area kampus.

Kita semua bisa turut memikmati dan menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal kita masing-masing. Tentu saja dengan menanam aneka ragam pohon, baik yang sekedar untuk pelindung atau sekaligus yang dapat menghasilkan buah, misalnya pohon mangga dan rambutan. Lingkungan yang asri dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang, maka mulailah menjaganya dari sekarang.