Translate

Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pertanian. Tampilkan semua postingan

Belajar Menanam Sayur Hydroponic

Beberapa bulan lalu saya melihat group tentang bercocok tanam dengan sistem hydroponic di facebook. Disitu saya melihat foto-foto berbagai macam sayuran yang ditanam tanpa menggunakan tanah sebagai tempat tumbuhnya tanaman. Hanya dengan menggunakan potongan bekas gelas air minum, maka bisa menghasilkan sayur yang hijau dan segar. Berbagai macam sayuran bisa ditanam dengan cara hydroponic ini. Ada sayur sawi, selada, kangkung, pakcoy, ada pula seledri. Dalam perkembangannya bahkan ada yang menanam bawang, cabai, hingga buah-buahan.

Menanam dengan sistem hydroponic ini tampaknya memang lebih praktis karena tidak memerlukan lahan yang luas, dan yang lebih penting lagi tidak memerlukan tanah sebagai media tumbuh tanaman. Jadi bisa diaplikasikan pada halaman rumah yang sempit.

Salah satu teknik menanam hydroponic yang paling sederhana adalah wick, dimana sebuah botol bekas air mineral ukuran 600 ml dipotong bagian atasnya lalu bagian tutup dilubangi untuk memasukkan potongan kain flanel. Kain flanel ini berfungsi sebagai media untuk mengantar nutrisi makanan bagi sayur yang ditanam. Adapun tempat tumbuhnya sayur bisa menggunakan arang sekam, potongan bata, atau rockwool yang merupakan media khusus untuk tanaman hydroponic.

Saya sendiri menggunakan potongan kain flanel yang dilipat menjadi lingkaran atau kotak yang dilubangi bagian atasnya sebagai tempat tumbuh bibit tanaman. Untuk cara menyemai versi saya, nanti akan dibuat postingan tersendiri.

Saat ini tanaman hydroponuc saya sudah berusia sekitar 2 minggu lebih dan bentuknya terlihat seperti pada foto.
Adapun nutrisi yang digunakan, adalah racikan khusus yang dapat dibeli melalui online shop yang menyediakan nutrisi hydroponic di internet.

Yang penting juga dalam bertanam hydroponic adalah pemilihan bibit yang akan ditanam. Bibit yang saya gunakan kelihatan kurang bagus karena pertumbuhan sayur agak lambat, padahal takaran nutrisi yang saya berikan sudah sesuai dengah petunjuk pada kemasan. Mungkin nanti pada penanaman selanjutnya akan saya perhatikan lagi bibit tanaman yang lebih bagus.

Hijau Di Antang

Beberapa wilayah di Makassar mengalami kekeringan, namun wilayah lain masih tampak hijau. Salah satu wilayah yang tidak terkena dampak kekeringan adalah di wilayah Antang. Di daerah ini, air tetap mengalir di saluran pengairan seperti biasa.

Para petani masih bisa menanam padi karena mendapat pasokan air dari sungai yang disedot  dengan pompa. Saat ini para petani sedang menanam bibit di sawah mereka.

Semua itu bisa terjadi karena sumber air tetap terawat dengan baik, sehingga musim kemarau tahun 2015 ini tidakm terlalu berpengaruh pada pertanian di wilayah Antang. Air minum yang dialirkan ke wilayah lain di kota Makassar juga hingga kini masih berjalan dengan baik.

Semoga saja musim kemarau tahun ini tidak berlangsung lebih lama lagi supaya pasokan air untuk para petani tetap ada. Demikian pula dengan air minum untuk warga kota tetap tersedia.