Selamat datang di blog ini, jika ada yang mau ditanyakan silahkan tulis di komentar. Terima kasih
Translate
Baruga Somba Opu
Suasana Pagi di Sudiang
Pasar Pagi Di GOR Sudiang
Gelanggang Olahraga (GOR) Sudiang adalah milik pemerintah kotamadya Makassar. Disini sering dilaksanakan pertandingan olahraga bulu tangkis, basket, futsal, beladiri hingga drum band. Suasana lain terjadi pada hari minggu pagi, disini menjadi tempat berdagang. Mulai makanan, sayuran, ikan, alat rumah tangga, permainan, bahkan penjual obattidak ketinggalan menawarkan jasa.
Ruang Terbuka Hijau
Di Makassar pembangunan perumahan, gedung untuk kantor, toko dan perbelanjaan begitu marak dilakukan. Luas lahan yang dibutuhkan juga semakin bertambah. Para pengembang terus mencari lahan baru untuk dijadikan lokasi bisnis dan perkantoran. Hal ini menyebabkan luas lahan yang menjadi ruang terbuka hijau semakin berkurang.
Jika sedang berada di Makassar, maka anda akan menemui beragam jenis bangunan yang sedang dibuat dalam berbagai kondisi. Mulai dari tahap penimbunan, pondasi, pengerjaan hingga yang sudah memasuki tahap akhir. Gedung-gedung tinggi dibangun di berbagai lokasi. Ada yang akan ditujukan untuk hotel, perkantoran dan bisnis. Lalu dimana letak ruang hijau di Makassar? Pertanyaan itu akan terjawab jika anda menuju ke lapangan Karebosi di pusat kota. Di lokasi ini tumbuh berbagai jenis pohon dan tanaman. Di tempat inilah berbagai kegiatan warga biasa dilakukan, mulai dari olahraga, jalan-jalan, upacara, sampai tempat pertunjukan berbagai kegiatan seni.
Ada satu lagi lokasi terbuka yang hijau di Makassar, yaitu di kampus Universitas Hasanuddin (Unhas). Di tempat ini tumbuh berbagai jenis pohon yang berukuran kecil, sedang dan besar. Disini juga terdapat tiga danau buatan. Salah satu lokasi menjadi tempat favorit para pemancing meskipun sebenarnya di area in dilarang untuk memancing. Kalau anda tidak tahan dengan cuaca kota Makassar yang panas, tidak ada salahnya jika datang berkunjungnke dua lokasi ruang hijau tadi.
Hijau Di Antang
Beberapa wilayah di Makassar mengalami kekeringan, namun wilayah lain masih tampak hijau. Salah satu wilayah yang tidak terkena dampak kekeringan adalah di wilayah Antang. Di daerah ini, air tetap mengalir di saluran pengairan seperti biasa.
Para petani masih bisa menanam padi karena mendapat pasokan air dari sungai yang disedot dengan pompa. Saat ini para petani sedang menanam bibit di sawah mereka.
Semua itu bisa terjadi karena sumber air tetap terawat dengan baik, sehingga musim kemarau tahun 2015 ini tidakm terlalu berpengaruh pada pertanian di wilayah Antang. Air minum yang dialirkan ke wilayah lain di kota Makassar juga hingga kini masih berjalan dengan baik.
Semoga saja musim kemarau tahun ini tidak berlangsung lebih lama lagi supaya pasokan air untuk para petani tetap ada. Demikian pula dengan air minum untuk warga kota tetap tersedia.
Hujan Malu-Malu
Jika sebulan lalu daerah lain di Indonesia sudah mulai hujan, maka itu berbeda dengan kota Makassar. Di kota ini hanya ada awan mendung yang terkadang tebal kadang tipis, namun jarang berubah jadi hujan. Sementara di wilayah lain hujan sudah turun dengan derasnya bahkan terjadi banjir, di Makassar hanya sedikit rintik-rintik yang tidak berarti, debu saja tak sanggup terhapus dari kaca lampu motor.
Meskipun kota Makassar berhadapan langsung dengan Selat Makassar, namun kumpulan air laut yang menguap di tengah laut tak sanggup bergerak ke daratan dan tumpah disini. Yang ada bahkan suhu udara meningkat seakan memanggang disiang hari dan menguras keringat di malam hari, panas.
Hujan memang telat datang di Makassar, masih menjauh di seberang lautan, tetap bersembunyi di balik gunung. Menanti hujan ibarat menunggu datangnya ke kasih dalam khayalan. Entah kapan dia datang. Sementara cuaca tetap panas.
Debu beterbangan di jalan yang kering nan gerah, disiram tak mempan, hanya betah tiga sampai lima menit saja, habis itu berdebu lagi, lalu terbang ke segala arah dan menempel dimana-mana. Kapan hujan turun?
Ini sudah awal Desember, hujan sudah menyapa di akhir November meski masih malu-malu. Hanya di Timur saja, di Selatan tidak, di Barat juga, begitupun di Utara. Begitu juga jika di Barat hujan, di mata angin yang lain belum tentu hujan. Masih pilih-pilih tempat rupanya. Padahal semua berharap hujan tercurah merata dimana-mana biar panas ini cepat berlalu.
Kini 1 Desember 2014, awan menggantung di Barat, Timur, Selatan, dan Utara. Akankah hujan serentak jatuh di keempat penjuru angin itu. Sore sudah menjelang 15:18 waktu Indonesia tengah. Angin bertiup sepoi-sepoi membelai dedaunan yang mulai menghijau sedikit-sedikit. Akankah hujan malam nanti?
Ilustrasi hujan (tempo.co)
Vandalisme Pada Tulisan Di Anjungan Pantai Losari Makassar
Pantai Losari sejak dahulu sudah terkenal sebagai ikon kota Makasar dan tujuan wisata yang sangat populer di Sulawesi Selatan, selain Tana Toraja.
Pemandangan sunset dari lokasi ini merupakan salah satu yang indah dan menarik.
Beberapa tahun lalu pemerintah kota Makassar merevitalisasi pantai Losari dengan menambah beberapa anjungan yang bisa digunakan oleh para wisatawan untuk bersantai di pagi dan sore hari.
Untuk menandakan keberadaan kota maka dibanangunlah beberapa tulisan dalam ukuran besar, seperti city of Makassar lengkap dengah 4 nama suku yang ada di Sulawesi Selatan yakni Makassar, Bugis, Toraja dan Mandar.
Tapi entah mengapa selalu saja ada orang yang melakukan perusakan terhadap fasilitas umum yang dibangun untuk kepentingan bersama.
Misalnya tulisan pada Makassar, Mandar dan Toraja. Ada beberapa huruf yang rusak karena dilubangi, cat padamtulisan terlkelupas. Belum lagi coretan spidol pada berbagai huruf.
Meskipun sudah berulangkali diperbaiki, berullangkali pula tulisan-tulisan itu dirusak dan dihiasi coretan-coretan yang sangat mengganggu pemandangan serta merusak keindahan anjungan pantai Losari.
Kapal Karam dan Rusak di Paotere
Help each other
A morning scene at the end of Panampu canal, Paotere Makassar. Everyday situation, people busy with activity.
Suatu Pagi Di Bantimurung
Patung Pahlawan Di Pantai Losari Makassar
Jika sekali waktu anda berkunjung ke kota Makassar mampirlah di tempat ini untuk melihat sedikit gambaran mengenai tokoh-tokoh pejuang dari Sulawesi Selatan.

