Translate

Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan

Foto Kesibukan Pagi Di Sungai Pangkajene

Di tengah kota Pangkep kabupaten Pangkajene dan Kepulauan mengalir sungai yang panjang dan lebar. Ada dua jembatan yang terbentang di atas sungai pangkajene. Jembatan pertama merupakan penghubung jalan utama antara kabupaten Pangkep dengan kabupaten Maros di selatan dan kabupaten Barru di Utara. Jembatan yang satu lagi digunakan warga kota untuk lalu lintas ke wilayah selatan dan utara sungai Pangkep.


Perahu dari pulau segera sandar di dermaga
Lokasi dermaga berada di bawah jembatan
Pelajar menggunakan perahu untuk ke sekolah

Sungai Pangkep sebagai jalur penghubung penduduk di pulau-pulau dalam wilayah kabupatan Pangkep dengan warga yang ada di kota. Setiap pagi hingga petang kesibukan terus berjalan di lokasi ini. Perahu-perahu yang mengangkut barang dan penumpang silih berganti datang dan pergi. Para penumpang terdiri dari pegawai negeri, pekerja, pedagang hingga pelajar.


Penumpang perahu ada yang turun dan bersiap naik perahu


Duduk-duduk di tepi sungai Pangkep sambil menyaksikan kesibukan para penumpang turun naik perahu menjadi pemandangan menarik saat melewati suasana pagi di kota ini. Saya mengabadikan suasana serta kesibukan pagi di sungai Pangkajeni ini dengan foto berwarna dan frame hitam putih. Selamat menikmati.

Penumpang perahu
Loncat ke darat

Kosa Kata Bahasa Toraja 1

Suku Toraja saat ini selain tinggal di kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara tetapi banyak juga yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri. Bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh suku Toraja dikenal dengan bahasa Toraja. Seiring dengan perkembangan waktu para penduduk di wilayah Toraja sudah banyak yang berinteraksi dengan pendatang seperti turis dan pedagang. 


Toraja sejak dahulu dikenal karena keunikan budayanya terutama prosesi upacara pemakaman Rambu Solo'. Upacara pemakaman oleh suku Toraja selalu menarik minat para turis untuk datang berkunjung, turis asing maupun lokal. 

Seiring dengan perkembangan alat komunikasi yang semakin canggih dan mudah didapatkan, seseorang yang berada di luar Toraja bisa bertukar pesan melalui telepon serta aplikasi pesan di handphone atau perangkat komunikasi lainnya. 

Rumah Tongkonan dan deretan Alang di malam hari

Jika suatu saat anda berencana untuk berkunjung atau berwisata ke Tana Toraja dan Toraja Utara tidak ada salahnya jika anda mengetahui beberapa kosa kata atau perbendaharaan kata yang sering diucapkan sehari-hari dalam bahasa Toraja. Kata-kata yang akan saya tuliskan dibawah ini sesuai dengan apa yang saya ketahui. Kosa kata bahasa Toraja itu diantaranya :

Melambi' = pagi
Allo = siang
Tangnga allo = tengah hari / siang bolong  (tangnga = tengah)
Karuen = sore
Bongi = malam 
Tangga bongi = tengah malam 
Dannari = subuh

Mamma' = tidur
Millik = bangun
Mendio' = mandi
Mendau' = cuci muka
Ma'bayu = berpakaian

Ma'nasu = memasak
Manasu = masak
Kumande = makan
Mangngiru = minum
Kande = makanan
Tangdia' = lapar
Mawarang = haus
Dia' = kenyang
Wai = air
Bo'bo' = nasi
Utan = sayur
Kandean = piring
Irusan = gelas
Dapo' = dapur

Male = pergi
Lumingka = berjalan
Ma'dondo = berlari
Ma'passan = memikul
Ma'turrun = mendorong
Ma'rui' = menarik
Lulako = kesana
Lujomai = kesini
Lulangan = keatas
Lurokko = kebawah
Mentiro = melihat
Ma'dokko = duduk
Te'dek = berdiri
Mengkondong = melompat
Lamban = menyeberang
Ma'tengka = melangkahi

Mangngalli = membeli
Ma'baluk = menjual
Mantawai' = menawar
Pira = berapa
Alli = harga
Indan = hutang
Mambaya' = membayar
Malaku = meminta
Ma'bengan = memberi
Ma'pasule = mengembalikan
Mangngindan = meminjam

Madingin = dingin
Malassu = panas
Masakka' = sejuk
Mapai' = pahit
Matanning = manis
Makarra' = keras

Sumalong = jalan-jalan
Sipa'kada = berbincang
Sisola = bersama

Muane = pria
Baine = wanita
Pia = anak
Matua = tua
Mangngura = muda
Nene' = Nenek (tidak ada perbedaan sebutan untuk pria & wanita)
Pia mangngura = remaja
Pia mane dadi = bayi
Ma'dangkan = merangkak

Uran = hujan
Kulla' allo = cuaca cerah
Manta' = hujan reda/berhenti
Talimpuru' = angin ribut

Sengke = marah
Melo = baik/bagus
Kadake = jelek
Maballo = indah
Ma'balloan = berdandan/bersolek
Malapu' = cantik
Maganta' = ganteng

Rangi = dengar
Perangi = dengarkan
Ma'perangi = mendengarkan

itulah beberapa kosa kata bahasa Toraja yang saya ketahui, jika ada yang ingin anda tanyakan silahkan isi komentar di bawah.











Lembah Makki, Lanny Jaya Papua

Pada postingan saya sebelumnya, disitu saya menampilkan foto pemandangan alam distrik Makki yang tampak dari atas. Foto diambil saat berhenti pada jalan yang berlokasi di lereng pegunungan. Kali ini saya mennampilkan sekilas foto lokasi distrik Makki yang tampak dari lapangan yang tepat berada di tengah ibukota kecamatan itu.

Photo taken with 3Mp cellphone camera.

Pohon Besar Di Tepi Trotoar Kampus Unhas

Lingkungan tempat kita tinggal akan terasa sejuk dan nyaman jika berada di antara pepohonan yang rindang. Udara yang kita hirup dari alam terasa segar dan menyehatkan. Hal ini saya alami saat berjalan-jalan di sekitar kampus Universitas Hasanuddin Makassar. Di area kampus itu tumbuh berbagai jenis pohon dengan beragam ukuran. Ada yang baru tumbuh dan ada pula yang sudah berumur tahunan, bahkan yang berukuran besar juga dapat ditemui disini.

Demikian juga trotoar yang dibangun disekitar area kampus, pada sisinya ditanami pohon-pohan yang tumbuh dengan subur dan rindang. Kondisi ini membuat para pejalan kaki menjadi lebih santai dan menikmati lingkungan kampus yng asri. Saya bisa membayangkan betapa tenangnya para mahasiswa yang menuntut ilmu di kampus itu. Semua karena banyaknya pepohonan yang tumbuh di area kampus.

Kita semua bisa turut memikmati dan menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal kita masing-masing. Tentu saja dengan menanam aneka ragam pohon, baik yang sekedar untuk pelindung atau sekaligus yang dapat menghasilkan buah, misalnya pohon mangga dan rambutan. Lingkungan yang asri dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang, maka mulailah menjaganya dari sekarang.

Mampir Beli Markisa

Buah markisa (passiflora edulis) adalah tanaman yang tumbuh di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Di Indonesia selama ini markisa diketahui banyak tumbuh di wilayah Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Buah markisa ini selain dapat dimakan langsung seperti buah mangga, bisa juga diolah menjadi minuman yang sungguh nikmat jika diminum dalam keadaan dingin.

Dalam perjalanan saya dari Wamena ke Tiom kabupaten Lanny Jaya, kami singgah di sebuah tempat yang saya lupa namanya tetapi tidak jauh dari ibukota distrik Makki. Disitu kami singgah membeli buah markisa yang masih segar sehabis dipetik dari kebun. Bentuk markisa itu kira-kira seukuran kepalan tangan, berwarna kuning atau sedikit oranye. Adapula markisa yang masih berwarna hijau, tadinya saya pikir akan terasa kecut, ternyata tidak karena masih manis juga.

Harga seikat buah markisa Rp.20.000 dengan jumlah buah sebanyak 6 sampai 8 dalam satu ikatan. Nah berbeda dengan wilayah lain di republik Indonesia, transaksi belanja antara pembeli dan penjual di Papua umumnya tidak dikenal istilah tawar menawar, mungkin anda punya pengalaman tawar menawar saat belanja di Papua, tetapi barangkali anda menawar pada penjual pendatang/perantau, sebab umumnya orang asli Papua dalam menjual tidak ingin barang dagangannya ditawar. Biasanya jika ditawar mereka tidak mau menanggapi atau bahkan  bisa saja si penjual malah tersinggung dan mengatakan, "kalau tidak mau beli disini, cari di tempat lain saja". Maka berapapun harga barang yang dipasang oleh pedagang asli Papua maka anda harus membayarnya jika memang berminat pada barang tersebut.

Setelah membeli markisa di tempat pemberhentian tadi kamipun melanjutkan perjalanan yang masih menyisakan jarak tempuh sekitar 30 kilometer, melewati jalanan berbatu, berkelok-kelok. Untungnya kami melewati jalan yang disisi kanan terhampar pemandangan lembah, jurang dan pegunungan yang indah.

Jembatan Gantung Di Bantimurung

Di dalam kawasan Taman Nasional Bantimurung terdapat sebuah jembatan gantung yang sering digunakan oleh para pengunjung untuk menyebarangi sungai yang mengalir di lokasi itu. Jembatan gantung ini terbuat dari rangka besi dengan alas dari kayu. Dua buah kawat baja yang membentang dari ujung ke ujung digunakan untuk menahan beban jembatan. Pada bagian kiri dan kanan jembatan dipasang kerangka besi sebagai tempat berpegang sekaligus berfungsi untuk pengaman bagi orang yang berjalan melintasi jembatan ini.