Translate

Tampilkan postingan dengan label living. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label living. Tampilkan semua postingan

Pemulung Sampah

Sampah menjadi salah satu permasalahan di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya termasuk Makassar. Urusan sampah selalu membuat pusing. Jika sudah menumpuk di tempat pembuangan atau tong depan rumah, maka saatnya untuk di buang ke tempat pembuangan akhir (TPA). Akibat urusan sampah ini, terkadang dua wilayah saling bersinggungan ketika akan menentukan dimana lokasi TPA sebuah kota. Tentu saja kota lain tidak ingin wilayahnya dijadikan tempat membuang sampah.
Begitu banyak jenis sampah yang dihasilkan setiap hari dari rumah tangga. Mulai sampah kering seperti plastik sampai yang basah seperti sisa makanan. Sampah itu menumpuk menjadi satu dalam tempat pembuangan. Jika tidak segera dibawa ke TPA, akan menumpuk dan mengeluarkan bau busuk yang mengganggu penciuman.
Untungnya, selain ada tukang sampah yang setiap hari bekerja mengumpulkan sampah dari rumah tangga, ada pula pemulung yang bekerja mengumpulkan berbagai jenis sampah plastik. Mulai dari gelas plastik bekas air mineral, botol plastik minuman ringan, serta berbagai jenis peralatan rumah tangga yang sudah tidak terpakai.
Para pemulung itu dengan tekun terus memilah sampah untuk mendapatkan berbagai limbah yang masih bisa didaur ulang. Pekerjaan seperti ini selintas seperti menjijikkan bagi sebagian orang, tetapi bagi pemulung inulah cara untuk mendapatkan penghasilan dengan menjual barang tidak terpakai yang masih bisa digunakan untuk keperluan lain atau daur ulang.

Pohon Besar Di Tepi Trotoar Kampus Unhas

Lingkungan tempat kita tinggal akan terasa sejuk dan nyaman jika berada di antara pepohonan yang rindang. Udara yang kita hirup dari alam terasa segar dan menyehatkan. Hal ini saya alami saat berjalan-jalan di sekitar kampus Universitas Hasanuddin Makassar. Di area kampus itu tumbuh berbagai jenis pohon dengan beragam ukuran. Ada yang baru tumbuh dan ada pula yang sudah berumur tahunan, bahkan yang berukuran besar juga dapat ditemui disini.

Demikian juga trotoar yang dibangun disekitar area kampus, pada sisinya ditanami pohon-pohan yang tumbuh dengan subur dan rindang. Kondisi ini membuat para pejalan kaki menjadi lebih santai dan menikmati lingkungan kampus yng asri. Saya bisa membayangkan betapa tenangnya para mahasiswa yang menuntut ilmu di kampus itu. Semua karena banyaknya pepohonan yang tumbuh di area kampus.

Kita semua bisa turut memikmati dan menjaga lingkungan sekitar tempat tinggal kita masing-masing. Tentu saja dengan menanam aneka ragam pohon, baik yang sekedar untuk pelindung atau sekaligus yang dapat menghasilkan buah, misalnya pohon mangga dan rambutan. Lingkungan yang asri dan sehat tentu menjadi dambaan setiap orang, maka mulailah menjaganya dari sekarang.