Translate

Tampilkan postingan dengan label toraja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label toraja. Tampilkan semua postingan

Kosa Kata Bahasa Toraja 1

Suku Toraja saat ini selain tinggal di kabupaten Tana Toraja dan Toraja Utara tetapi banyak juga yang merantau ke berbagai daerah di Indonesia bahkan luar negeri. Bahasa yang digunakan dalam percakapan sehari-hari oleh suku Toraja dikenal dengan bahasa Toraja. Seiring dengan perkembangan waktu para penduduk di wilayah Toraja sudah banyak yang berinteraksi dengan pendatang seperti turis dan pedagang. 


Toraja sejak dahulu dikenal karena keunikan budayanya terutama prosesi upacara pemakaman Rambu Solo'. Upacara pemakaman oleh suku Toraja selalu menarik minat para turis untuk datang berkunjung, turis asing maupun lokal. 

Seiring dengan perkembangan alat komunikasi yang semakin canggih dan mudah didapatkan, seseorang yang berada di luar Toraja bisa bertukar pesan melalui telepon serta aplikasi pesan di handphone atau perangkat komunikasi lainnya. 

Rumah Tongkonan dan deretan Alang di malam hari

Jika suatu saat anda berencana untuk berkunjung atau berwisata ke Tana Toraja dan Toraja Utara tidak ada salahnya jika anda mengetahui beberapa kosa kata atau perbendaharaan kata yang sering diucapkan sehari-hari dalam bahasa Toraja. Kata-kata yang akan saya tuliskan dibawah ini sesuai dengan apa yang saya ketahui. Kosa kata bahasa Toraja itu diantaranya :

Melambi' = pagi
Allo = siang
Tangnga allo = tengah hari / siang bolong  (tangnga = tengah)
Karuen = sore
Bongi = malam 
Tangga bongi = tengah malam 
Dannari = subuh

Mamma' = tidur
Millik = bangun
Mendio' = mandi
Mendau' = cuci muka
Ma'bayu = berpakaian

Ma'nasu = memasak
Manasu = masak
Kumande = makan
Mangngiru = minum
Kande = makanan
Tangdia' = lapar
Mawarang = haus
Dia' = kenyang
Wai = air
Bo'bo' = nasi
Utan = sayur
Kandean = piring
Irusan = gelas
Dapo' = dapur

Male = pergi
Lumingka = berjalan
Ma'dondo = berlari
Ma'passan = memikul
Ma'turrun = mendorong
Ma'rui' = menarik
Lulako = kesana
Lujomai = kesini
Lulangan = keatas
Lurokko = kebawah
Mentiro = melihat
Ma'dokko = duduk
Te'dek = berdiri
Mengkondong = melompat
Lamban = menyeberang
Ma'tengka = melangkahi

Mangngalli = membeli
Ma'baluk = menjual
Mantawai' = menawar
Pira = berapa
Alli = harga
Indan = hutang
Mambaya' = membayar
Malaku = meminta
Ma'bengan = memberi
Ma'pasule = mengembalikan
Mangngindan = meminjam

Madingin = dingin
Malassu = panas
Masakka' = sejuk
Mapai' = pahit
Matanning = manis
Makarra' = keras

Sumalong = jalan-jalan
Sipa'kada = berbincang
Sisola = bersama

Muane = pria
Baine = wanita
Pia = anak
Matua = tua
Mangngura = muda
Nene' = Nenek (tidak ada perbedaan sebutan untuk pria & wanita)
Pia mangngura = remaja
Pia mane dadi = bayi
Ma'dangkan = merangkak

Uran = hujan
Kulla' allo = cuaca cerah
Manta' = hujan reda/berhenti
Talimpuru' = angin ribut

Sengke = marah
Melo = baik/bagus
Kadake = jelek
Maballo = indah
Ma'balloan = berdandan/bersolek
Malapu' = cantik
Maganta' = ganteng

Rangi = dengar
Perangi = dengarkan
Ma'perangi = mendengarkan

itulah beberapa kosa kata bahasa Toraja yang saya ketahui, jika ada yang ingin anda tanyakan silahkan isi komentar di bawah.











Menikmati Desember Dengan Cinta Di Toraja dalam Acara Lovely December

Bulan Desember sedang kita jalani bersama saat ini. Di beberapa daerah hujan terus mengguyur dengan beragam intensitas. Mulai yang rintik-rintik, sedang hingga hujan deras. Banyak wilayah yang tadinya kekeringan dan sekarang malah kelimpahan air, sehingga menyebabkan luapan di sungai yang berakibat pada banjir. Ada yang terkena banjir bandang, ada pula yang tertimpa bencana tanah longsor.

Bulan Desember memang masuk di dalam musim penghujan bagi kita yang tinggal di Indonesia. Bulan ini juga menjadi yang terakhir dalam kalender, karena kita akan segera memasuki tahun yang baru di bulan Januari.

Bulan desember identik dengan perayaan Natal bagi umat Kristen, dimana pada bulan ini bagi sebagian besar orang Kristen diperingati sebagai hari kelahiran Yesus Kristus sang juru selamat. Di negara-negara Eropa dan Amerika bagian utara, bulan desember identik pula dengan musim salju, dimana hiasan natal biasanya diberi ornamen yang menggambarkan salju yang turun dan menutupi lingkungan disekitar, seperti pohon, rumah, halaman dan berbagai tempat lainnya.

Di Toraja (Tana Toraja dan Toraja Utara) bulan desember juga dirayakan dengan meriah. Sejak beberapa tahun lalu pemerintah daerah membuat suatu event yang disebut Lovely December, dimana dalam kegiatan ini dilaksanakan berbagai acara. Mulai yang tradisional sampai moderen, upacara kematian, ada pula lomba paduan suara, lomba dayung, balap sepeda, fotografi, lomba menangkap belut, pameran kerajinan tangan khas Toraja, lomba lari dan masih banyak lagi. Kegiatan ini diselenggarakan selama bulan desember atau sebulan penuh dan biasanya diakhiri dengan pesta kembang api pada saat perayaan malam tahun baru.

Acara Lovely December, selain untuk kegiatan perlombaan, tentu bertujuan juga untuk meningkatkan pariwisata sehingga menarik kedatangan para tourist, baik lokal maupun mancanegara. Sehingga dengan adanya kegiatan ini akan semakin meningkatkan tingkat hunian hotel serta naiknya jumlah kunjungan wisatawan ke Toraja. Hal itu juga tentu akan meningkatkah perekonomian warga Toraja.

Lovely December diharapkan menjadi salah satu event tahunan yang menarik untuk anda kunjungi jika ingin menghabiskan akhir tahun sambil menyaksikan beragam lomba serta seni budaya tradisional khas suku Toraja yang unik.
Lovely December (photo: jelajah.co)

Pa'gandang alias Pemain Gendang

Dalam tari-tarian Toraja, pemain gendang atau pa'gandang memiliki peran yang sangat penting saat memainkan sebuah gendang agar tercipta irama yang berfungsi untuk mengatur ritme gerak dari para penari.

Tongkonan, Diantara Tradisional Dan Modern

Rumah tongkonan yang berada diantara bangunan tradisional dan modern. Mungkin sebaiknya perlu dilakukan penataan lokasi dimana tempat yang cocok untuk membangun rumah baru, sehingga keberadaan rumah adat tidak terganggu posisinya. Sebab dari segi pandangan mata sangat kontras dan tampak menggangu.

Tongkonan Silambi' di Banjo

Rumah adat suku Toraja bernama Tongkonan. Bentuk arsitekturnya yang unik selalu menarik untuk difoto. Tiang didepan rumah adat sudah dipenuhi oleh tumpukan tanduk kerbau, hal itu menandakan jika di rumah adat tersebut sudah pernah diadakan upacara adat Rambu Solo' (kedukaan) selama beberapa kali. Bahkan terkadang karena banyaknya kerbau yang dipotong sehingga tiang rumah sudah tidak dapat menampung lagi tanduk untuk dipasang disana. tetapi tanduk yang dipasang didepan rumah Tongkonan merupakan tanduk kerbau pilihan, jadi sebenarnya tidak semua tanduk kerbau bisa dipasang disitu.

Alang Untuk Menyimpan Padi

Alang atau lumbung merupakan bangunan yang digunakan untuk menyimpan padi setelah panen untuk stok selama satu tahun kedepan. Selain itu alang berfungsi untuk tempat duduk bagi tamu kehormatan dalam upacara adat di Tana Toraja. Bangunan alang biasanya didirikan setelah di lokasi tersebut sudah ada rumah adat Tongkonan. Pada masa lalu bangunan alang ini menggunakan atap yang terdiri dari bambu yang disusun sehingga bisa mengikuti lekukan bangunan. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman, penggunaan bambu sebagai atap sudah ditinggalkan karena saat penggantian bagian yang rusak terkadang cukup rumit untuk dilakukan. Adapun alang masa kini lebih banyak menggunakan atap seng, karena faktor kepraktisan dan biaya yang lebih murah.

Dinding alang dihiasi dengan ukiran khas Toraja. Sementara tiangnya yang berjumlah enam menggunakan batang pohon kelapa yang kokoh. Jumlah alang yang didirikan berhadapan dengan Tongkonan biasanya didasarkan pada jumlah anak dari pemilik rumah Tongkonan, sehingga terkadang sebuah rumah adat memiliki banyak alang, tetapi ada pula yang hanya terdiri dari satu dua alang saja.

Lokasi Upacara Rambu Solo'

Rambu Solo' atau kedukaan merupakan salah satu acara adat suku Toraja dalam upacara kematian. Upacara ini biasanya diadakan dengan beragam prosesi yang bertujuan untuk menghormati anggota keluarga atau kerabat yang sudah meninggal.