Translate

Tampilkan postingan dengan label covid19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label covid19. Tampilkan semua postingan

Lupakan Hotnya French Kiss

French Kiss adalah cara berciuman pasangan lelaki dan wanita ala orang Eropa. Dimana bibir kedua pasangan saling bertemu dengan posisi tubuh yang sangat rapat. Tampak romantis dan hangat kalau tidak mau dibilang erotis.

Nah, apakah French kiss berarti orang Perancis lebih hot melakukannya daripada negara lain di Eropa? Tampaknya itu cuma istilah saja.

Kebetulan di tahun 1995 ada sebuah film dengan judul French Kiss yang mengambil lokasi syuting di Paris ibukota Prancis. Ya adegan di film itu yang tampak romantis dan hangat.

Padahal ciuman orang Eropa umumnya ya seperti itu. Terutama bagi pasangan dalam masa pacaran ataupun mereka yang sudah berumah tangga.

Screenshot data 10 besar negara dengan kasus covid19 tertinggi di worldometer.com

Lalu di masa pendemi corona ini, masih adakah pasangan yang melakukan french kiss itu? tentu saja.

Tetapi jangan coba-coba untuk anda yang bukan pasangan tetap, suami istri misalnya. Karena penyebaran virus corona terjadi lewat air ludah dari mulut.

Mari kita lihat data penderita virus corona di seluruh dunia tanggal 19 Mei 2020 ini lewat wordlometer.com
Sudah 4,938,251 orang terinveksi virus ini. 321,508 diantaranya meninggal dunia.

Dari data 10 besar negara yang terbanyak terkena virus corona, Perancis berada di urutan ke 7. Termasuk 8 negara dengan warga yang biasa berciuman ala french kiss.

Lalu apakah kebiasaan french kiss ini penyebab cepatnya penyebaran virus corona di Eropa, mungkin saja dan anda bisa melihat sendiri. 

Jangankan ciuman, air liur yang terlontar dari penderita saat berbicara dengan orang sehat bisa pindah dalam sekejab apalagi percakapan berlangsung dalam jarak kurang dari satu meter.

Relaksasi

Hari-hari ini ada kata yang sering disebut yaitu relaksasi. Dalam bahasa Inggris, Relaksasi berarti pengenduran, bisa juga berarti istirahat, hiburan, pemulihan, persantaian, kekenduran. Tetapi relaksasi disini berkaitan dengan pengenduran aturan dalam rangka Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam menghadapi penyebaran virus corona atau covid19.

Relaksasi ini akan dilakukan setelah melalui evaluasi perkembangan penyebaran covid19 di tengah warga, begitu kata pemerintah. Lalu jika relaksasi ini jadi dilakukan di tengah pandemi covid19
maka akan ada pelonggaran kegiatan warga atau bagaimana maksudnya? 


Tidak ada relaksasi saja, masih banyak warga yang enggan mematuhi aturan protokol kesehatan yang selama ini ditetapkan oleh pemerintah. Apalagi sekarang menjelang perayaan lebaran, kegiatan warga di tempat perbelanjaan seperti pasar semakin meningkat. Lalu adakah pengawasan terhadap warga di tempat keramaian tersebut? Rasanya sih tidak ada. 

Seperti yang terlihat dimana warga berkumpul di depan Mc Donald Sarinah jalan Thamrin Jakarta, hanya untuk melihat penutupan restoran tanggal 10 Mei 2020 lalu, orang-orang rela mengabaikan protokol kesehatan berkaitan dengan pandemi covid19. Sebegitu banyaknya orang berkumpul tanpa ada tindakan atau minimal petugas untuk membubarkan kerumunan orang-orang itu.

Pemerintah memang sepertinya berada dalam dilema, jika aturan PSBB dilonggarkan atau relaksasi, maka kerumunan orang di tempat umum akan kembali banyak dan itu berarti usaha untuk mengurangi atua mencegah penyebaran covid19 bisa gagal. Tetapi jika PSBB tidak dilonggarkan maka pekerja harian tidak bisa bebas mendapat penghasilan mengingat pendapatan mereka dari kerja harian saja.

Lalu apa yang harus dilakukan? Mestinya warga yang harus menyadari sendiri betapa dampak covid19 itu tidaklah main-main. Jika anda merasa sehat-sehat saja hari ini, bisa jadi besok lusa anda bisa terkena virus ini dan anda tidak sadari. 

Kalaupun anda tidak sampai mengalami perawatan di rumah sakit, maka bisa jadi justru anda menularkan kepada anggota keluarga di rumah yang tingkat kekebalan tubuhnya sedang menurun, ini tentu berbahaya.

Pemeriksaan Dan Keterangan Sehat

Saat ini dengan adanya pandemi virus corona atau covid19 yang menyebar di seluruh dunia, maka setiap negara bahkan setiap daerah seharusnya melakukan pemeriksaan kesehatan bagi setiap orang yang datang memasuki negara atau suatu wilayah.

Pemeriksaan kesehatan ini sangat penting terutama di wilayah yang banyak dikunjungi orang seperti obyek wisata atau pusat perbelanjaan.

Maka mulai dari sekarang, pemerintah seharusnya menyediakan alat untuk melakukan tes kesehatan secara langsung di lokasi. Misalnya di pintu kedatangan bandara atau pelabuhan.

Bagi siapa saja yang terdeteksi mengalami peningkatan suhu tubuh misalnya maka orang itu harus menjalani pemeriksaan lanjutan untuk memastikan bahwa ia tidak sedang mengidap suatu penyakit berbahaya.
Selain pemeriksaan secara langsung, sudah saatnya juga diberlakukan adanya surat pernyataan sehat bagi siapa saja, terutama saat mereka bepergian ke suatu negara atau wilayah.

Hal ini dimaksudkan agar orang tersebut bisa dinyatakan layak untuk bepergian jauh ke suatu tempat tanpa membawa serta suatu jenis penyakit yang kemungkinan bisa menular pada orang lain.

Penyebaran covid19 yang terjadi saat ini akibat dari babasnya orang bepergian dan berpindah dari satu negara ke negara lain. 

Pada masa awal, penderita covid19 lebih banyak ditemukan pada orang yang memiliki riwayat bepergian ke negara yang sudah terjadi wabah covid19.

Setelah orang yang bepergian tadi kembali ke negaranya, disinilah terjadi interaksi dengan keluarga dan orang lain sehingga tanpa disadari terjadi penularan virus.

Adanya pemeriksaan di bandara, pelabuhan serta kewajiban untuk membawa surat keterangan berbadan sehat memang sudah diperlukan sejak kini. Hal itu merupakan antisipasi dan memastikan tingkat kesehatan seseorang sehingga layak datang di suatu wilayah atau negara.

Jika tidak maka pada suatu hari nanti mungkin saja akan ada lagi virus yang lebih berbahaya dan cepat tersebar melebihi covid19 saat ini, akibat bebasnya orang bepergian dan berpindah tempat tanpa adanya pemeriksaan kondisi kesehatan yang ketat.

Ini bukan bermaksud untuk membatasi perjalanan orang lain, tetapi lebih ditujukan pada antisipasi terulangnya peredaran penyakit yang meluas ke seluruh dunia. Bagaimana menuruh anda?

PSBB Makassar Segera Berakhir, Lalu Apa Selanjutnya?

Terkait dengan adanya wabah virus corona yang menyebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia, pemerintah memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai ibukota propinsi dan kabupaten. Makassar adalah salah satu kota yang turut menerapkan aturan PSBB ini karena tingginya kasus warga yang terjangkit virus corona atau covid19 ini.

Setelah diberlakukan sejak tanggal 24 April 2020 lalu maka hari Kamis tanggal 7 Mei 2020 besok, aturan PSBB di kota Makassar akan berakhir. Aturan PSBB ini berlaku selama 14 hari. Lalu bagaimana langkah selanjutnya, apakah pasien yang terjangkit covid19 ini sudah berkurang? 

Data pasien covid19 di Makassar pada tanggal 24 April 2020, terdapat sebanyak 319 orang dengan rincian 242 pasien yang dirawat, 51 sembuh dan 26 meninggal seperti dilaporkan kompas.com.

Lalu coba kita lihat data perkembangan kasus covid19 pada hari ini tanggal 6 Mei 2020. Dikutip dari infocorona.makassar.go.id, jumlah pasien positif covid19 sebanyak 440 orang. Untuk informasi lengkapnya, silahkan lihat grafik di bawah.

Infografik perkembangan covid19 di kota Makassar 6/5/2020. 
infocorona.makassar.go.id 

Jika melihat perkembangan kasus covid19 yang terjadi di kota Makassae setelah pemberlakuan PSBB, tampaknya penderita virus corona ini semakin meningkat sehingga pemerintah kota Makassar perlu memikirkan langkah selanjutnya yang mengarah kepada perpanjangan masa berlaku PSBB.

Keberhasilan mengatasi penyebaran covid19 itu sangat ditentukan seberapa disiplin warga menaati dan mengikuti semua aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Yang paling sering dilanggar adalah ketentuan untuk menjaga jarak saat berada di luar rumah, selain itu masih banyak juga orang yang bepergian tanpa menggunakan masker. Belum lagi rendahnya kesadaran orang-orang untuk selalu mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau menggunakan pembersih tangan.

Sementara itu kegiatan jual beli di pasar juga tetap ramai, dimana protokol standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dilanggar semua. Jika anda pergi ke pasar, hampir pasti anda akan melihat kerumunan orang dengan jarak yang berdekatan antara penjual dengan pembeli atau antar sesama pembeli. Kebanyakan di antara mereka juga tidak mengenakan masker. Jangan lagi ditanya apakah mereka tetap rajin mencuci tangan atau tidak.