Translate

Gerah Memasuki Musim Kemarau

Pergantian musim segera akan datang di Makassar. Beberapa hari ini cuaca panas betul terutama saat malam hari. Mestinya kan jika malam udara lebih sejuk, saya malah kegerahan hingga tidak tahan untuk tak buka baju lalu mengambil kipas untuk berusaha mendinginkan badan. Tidak banyak berpengaruh tetapi setidaknya sudah berusaha.
Berkipas. maritsapatrinos.com

Meskipun hanya pakai selembar potongan karton, saya tetap berusaha mengipas badan hingga mendatangkan sedikit angin. Tetapi lama-lama berkipas malah jadi seperti mau keringatan. Seandainya saja kulkas di dapur sana itu ukurannya lebih besar dan punya ruangan untuk menampung satu orang saat duduk, saya maulah masuk di dalamnya.

Ada sih kipas angin di kamar belakang, tetapi dipakai oleh asisten rumah tangga untuk mendinginkan tubuhnya juga, mau ambil tapi tidak tega. Tetapi sayapun sebenarnya tak cocok pakai kipas angin. Terkadang jika kena hembusan angin dari kipas elektrik, badan saya malah terasa masuk angin.

Jadi paslah sudah keserbasalahan akibat udara yang panas ini. Ada juga pendingin udara alias AC, tetapi di kamar mertua. Mana berani awak untuk masuk untuk ngadem-ngadem disana, bisa-bisa kena kartu kuning nanti.

Serba salah betul suasananya ini, musim hujan kedinginan, musim panas jadi gerah. Saya jadi membayangkan enaknya mereka yang tinggal di Eropa atau Amerika Utara sana yang tiap tahun bisa merasakan hujan salju dan bermain-main es gratis dari langit itu. 

Tapi pernah saya lihat di tayangan acara televisi, disitu diperlihatkan bagaimana secangkir air yang disiramkan tiba-tiba membeku... waduh betapa dinginnya itu. Pasti saya tak cocok pula dengan situasi dingin serupa itu. Jadi harus bagaimana?

Jika Begitu, Kapan Pandemi Corona Ini Berlalu?

Pertanyaan pada judul tulisan ini di atas sangat wajar untuk diungkapkan oleh semua warga dunia, hal itu terkait dengan wabah virus corona alias covid19 yang hingga kini tidak ada tanda-tanda akan mereda. Justru di beberapa negara diberitakan sudah bersiap dengan gelombang kedua akan datangnya covid19 ini. 

Stay at home. wccbcharlotte.com

Misalnya saja di China, negara yang menjadi awal terjangkitnya virus yang menyerang pernapasan manusia tersebut. Wuhan yang menjadi kota pertama diketahui menjadi awal penularan covid19, belum dinyatakan bebas virus itu 100%, bahkan WHO malah mengatakan bahwa kemungkinan virus ini tidak akan ada hilang, nah loh...

Jika begitu adanya, apa yang bisa kita perbuat? Sebagai orang awam yang tidak mengerti apa dan bagaimana awal mula keberadaan serta penyebaran penyakit seperti covid19 ini, yang bisa dilakukan adalah mengikuti saran dan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah melalui Departemen Kesehatan tentunya.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, tetap selalu menjaga jarak dengan orang lain dan rajin cuci tangan merupakan hal mutlak yang bisa dilakukan pada saat ini, selain tentu saja menghindari kerumunan atau tidak berkumpul dengan orang banyak dalam suatu kegiatan.

Tetapi bagaimana dengan mereka yang harus bekerja setiap hari di luar rumah. Apalagi Indonesia mayoritas warganya bekerja di sektor informal, dari kota hingga pedesaan. Jika mereka tidak bekerja hari ini, bisa jadi tidak akan dapat penghasilan. Kalau harus tinggal 1 minggu hingga 1 bulan di rumah tentu butuh simpanan dana yang cukup. Lalu siapa yang akan memberi jika dana tabungan sudah habis?


PSBB Makassar Segera Berakhir, Lalu Apa Selanjutnya?

Terkait dengan adanya wabah virus corona yang menyebar hampir di seluruh wilayah di Indonesia, pemerintah memberlakukan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai ibukota propinsi dan kabupaten. Makassar adalah salah satu kota yang turut menerapkan aturan PSBB ini karena tingginya kasus warga yang terjangkit virus corona atau covid19 ini.

Setelah diberlakukan sejak tanggal 24 April 2020 lalu maka hari Kamis tanggal 7 Mei 2020 besok, aturan PSBB di kota Makassar akan berakhir. Aturan PSBB ini berlaku selama 14 hari. Lalu bagaimana langkah selanjutnya, apakah pasien yang terjangkit covid19 ini sudah berkurang? 

Data pasien covid19 di Makassar pada tanggal 24 April 2020, terdapat sebanyak 319 orang dengan rincian 242 pasien yang dirawat, 51 sembuh dan 26 meninggal seperti dilaporkan kompas.com.

Lalu coba kita lihat data perkembangan kasus covid19 pada hari ini tanggal 6 Mei 2020. Dikutip dari infocorona.makassar.go.id, jumlah pasien positif covid19 sebanyak 440 orang. Untuk informasi lengkapnya, silahkan lihat grafik di bawah.

Infografik perkembangan covid19 di kota Makassar 6/5/2020. 
infocorona.makassar.go.id 

Jika melihat perkembangan kasus covid19 yang terjadi di kota Makassae setelah pemberlakuan PSBB, tampaknya penderita virus corona ini semakin meningkat sehingga pemerintah kota Makassar perlu memikirkan langkah selanjutnya yang mengarah kepada perpanjangan masa berlaku PSBB.

Keberhasilan mengatasi penyebaran covid19 itu sangat ditentukan seberapa disiplin warga menaati dan mengikuti semua aturan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah. Yang paling sering dilanggar adalah ketentuan untuk menjaga jarak saat berada di luar rumah, selain itu masih banyak juga orang yang bepergian tanpa menggunakan masker. Belum lagi rendahnya kesadaran orang-orang untuk selalu mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir atau menggunakan pembersih tangan.

Sementara itu kegiatan jual beli di pasar juga tetap ramai, dimana protokol standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh Departemen Kesehatan dilanggar semua. Jika anda pergi ke pasar, hampir pasti anda akan melihat kerumunan orang dengan jarak yang berdekatan antara penjual dengan pembeli atau antar sesama pembeli. Kebanyakan di antara mereka juga tidak mengenakan masker. Jangan lagi ditanya apakah mereka tetap rajin mencuci tangan atau tidak.